Selasa, 29 Januari 2013

Geologi Struktur BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Geologi struktur adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk-bentuk arsitektur kerak bumi beserta gejala-gejala geologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan bentuk (deformasi) pada batuan yang membentuk kerak bumi.
            Menurut Bagley (1965), geologi struktur adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur-struktur individual (kerak bumi) seperti antiklin, trust (sesar sungkup), sesar-sesar liniasi dan lainnya dalam satu unit tektonik pada kerak bumi.
            Spenser (1977), berpendapat bahwa yang dipelajari dalam geologi struktur itu meliputi “primary structural fatures” (struktur primer) dan “secondary structural fatures” (struktur sekunder). Struktur primer meliputi struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batuan, misalnya struktur-struktur sedimen pada batuan sedimen, struktur aliran pada batuan beku dan struktur foliasi pada batuan metamorf. Struktur sekunder adalah suatu struktur dimana ini terbentuk setelah proses pembentukan batuan terutama akibat adanya tegangan eksternal yang bekerja selama ataupun setelah pembentukan batuan, contohnya struktur sekunder adalah kekar, sesar, dan lipatan. Ini adalah bagian yang terbesar dari geologi struktur terutama mempelajari struktur sekunder ini.

1.2. Maksud dan Tujuan
1.2.1. Maksud
Adapun maksud dari praktikum geologi struktur ini adalah untuk memenuhi kurikulum mata kuliah praktikum geologi struktur sesuai dengan SKS yang telah diambil oleh mahasiswa pada semester 3 yang merupakan salah satu mata kuliah dari Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Mineral (FTM) di Institut Teknologi Medan (ITM).

 

1.2.2. Tujuan
Adapun tujuan diadakan praktikum geologi struktur ini, yaitu :
*        Agar melihat secara, langsung bentuk kekar dan lipatan yang rill dilapangan.
*        Untuk mengetahui arah penyebaran, stratigrafi, formasi, geometri unsur struktur, struktur garis, struktur bidang, kedalaman dan ketebalan batuan.
*        Untuk menganalisa, kekar dan lipatan yang menggunakan metode Roset (kipas), histrogram dan lainnya.

1.3. Aplikasi
            Cara mempelajari struktur geologi dan menganalisanya dapat dibuat menjadi beberapa tahapan yang meliputi :
*        Tahap Pertama
Yaitu pengenalan atau identifikasi struktur-struktur yang diamati, misalnya struktur lipatan meliputi antiklin dan sinklin, rekahan, sesar ataupun struktur lainnya. Pada tahap pertama ini syarat utama yang dibutuhkan adalah yang dapat menghasilkan pengenalan atau identifikasi juga kemampuan untuk mengetahui bentuk tiga dimensi. Kemampuan ini juga mempengaruhi kualitas data struktur geologi yang telah dikumpulkan sehingga akan mempengaruhi pula pada hasil analisanya.
*        Tahap Kedua
Yaitu tahap pencatatan atau perekaman data. Bentuk ukuran dan kedudukan semua jenis struktur yang diamati diberikan menurut masing-masing jenis struktur. Dan data struktur dikumpulkan lalu diadakan pengelompokan secara umum.
*        Tahap Ketiga
Yaitu tahap analisa, karena data struktur itu umumnya berupa data hasil berpuluh-berpuluh bahkan ratusan pengamatan juga pengukuran maka data yang terkumpul tersebut di analisa dengan metode-metode geometri dan statistik untuk mendapatkan suatu pola atau kedudukan, umumnya hasil dari analisa ini disajikan dalam bentuk pola-pola berupa diagram, atau maket maupun dalam bentuk peta-peta.

*        Tahap Keempat atau Tahap Sintesa
Tahap akhir dari struktur geologi, yaitu menafsirkan dan membahas bagaimana mekanisme pembentukan suatu struktur-struktur yang diamati dan yang diutamakan adalah dari hal ini meliputi kemampuan dalam praktek yaitu menempatkan pada tempat dan kedudukan yang sebenarnya dari struktur-struktur tersebut, terutama dalam menghadapi masalah-masalah pertambangan, perminyakan ataupun geologi teknik.